Dibebaskan dari PPh Final atas Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan

Dibebaskan dari PPh Final atas Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan

Pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dikenakan PPh yang bersifat final. Namun demikian, terdapat beberapa subjek yang dapat dibebaskan dari pengenaan kewajiban pajak tersebut, tentu dengan permohonan Surat Keterangan Bebas (SKB) PPh pasal 4 ayat 2 terlebih dahulu. Siapakah subjek pajak tersebut dan bagaimana proses pengajuan SKB-nya, mari simak ringkasan berikut.

No. Yang Dikecualikan Dari Pembayaran atau Pemungutan PPh Tata Cara Permohonan untuk Memperoleh SKB PPh
a. orang pribadi yang mempunyai penghasilan di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak yang melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dengan jumlah bruto pengalihannya kurang dari Rp60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah) dan bukan merupakan jumlah yang dipecah-pecah;
  • Pengecualian diberikan dengan penerbitan SKB PPh. 
  1. Permohonan diajukan secara tertulis oleh OP yang melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan ke KPP tempat OP yang bersangkutan terdaftar atau bertempat tinggal dengan format Lampiran I PER-30/PJ/2009
  2. permohonan harus dilampiri dengan:
    1. Surat Pernyataan Berpenghasilan di Bawah PTKP dan Jumlah Bruto Pengalihan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan kurang dari Rp 60.000.000,00  dengan format Lampiran I PER-30/PJ/2009;
    2. fotokopi Kartu Keluarga; dan
    3. fotokopi SPPT PBB tahun yang bersangkutan.
b. orang pribadi yang melakukan pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan dengan cara hibah kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat, badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial termasuk yayasan, koperasi atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan kecil, yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri Keuangan, sepanjang hibah tersebut tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan;
  • Pengecualian diberikan dengan penerbitan SKB PPh.
  • Ketentuan perpajakan terkait penerima hibah 
  1. Permohonan diajukan secara tertulis oleh OP yang melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan ke KPP tempat OP yang bersangkutan terdaftar atau bertempat tinggal dengan format Lampiran I PER-30/PJ/2009
  2. permohonan harus dilampiri dengan Surat Pernyataan Hibah dengan format sesuai Lampiran III PER-30/PJ/2009
c. badan yang melakukan pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan dengan cara hibah kepada badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial termasuk yayasan, koperasi atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan kecil, yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri Keuangan, sepanjang hibah tersebut tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan;
  • Pengecualian diberikan dengan penerbitan SKB PPh.
  • Ketentuan perpajakan terkait penerima hibah 
  1. Permohonan diajukan secara tertulis oleh badan yang melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan ke KPP tempat badan yang bersangkutan terdaftar atau bertempat tinggal dengan format Lampiran I PER-30/PJ/2009
  2. permohonan harus dilampiri dengan Surat Pernyataan Hibah dengan format sesuai Lampiran III PER-30/PJ/2009
d. pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan karena waris;
  • Pengecualian diberikan dengan penerbitan SKB PPh.
  1. Permohonan diajukan secara tertulis oleh oleh ahli waris dengan format Lampiran I PER-30/PJ/2009 ke KPP tempat orang pribadi yang melakukan pengalihan, dalam hal ini pewaris, terdaftar atau bertempat tinggal.
  2. permohonan harus dilampiri dengan Surat Pernyataan Pembagian Waris dengan format sesuai dengan Lampiran IV PER-30/PJ/2009
e. badan yang melakukan pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan dalam rangka penggabungan, peleburan, atau pemekaran usaha yang telah ditetapkan Menteri Keuangan untuk menggunakan nilai buku;
  • mengajukan permohonan SKB tertulis
f. orang pribadi atau badan yang melakukan pengalihan harta berupa bangunan dalam rangka melaksanakan perjanjian bangun guna serah, bangun serah guna, atau pemanfaatan barang milik negara berupa tanah dan/atau bangunan; atau
  • mengajukan permohonan SKB tertulis
g. orang pribadi atau badan yang tidak termasuk subjek pajak yang melakukan pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan
  • Pengecualian diberikan secara langsung tanpa penerbitan SKB PPh
-

Keputusan Permohonan SKB PPh

  1. Kepala KPP harus memberikan keputusan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) hari kerja sejak tanggal surat permohonan SKB PPh atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan diterima secara lengkap
  • Apabila dalam jangka waktu tersebut Kepala KPP tidak memberikan keputusan, permohonan dianggap dikabulkan dan Kepala KPP harus menerbitkan SKB PPh atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan paling lama 2 (dua) hari kerja terhitung sejak berakhirnya jangka waktu sebagaimana dimaksud Pasal 5 ayat (1) PER-30/PJ/2009 berakhir. 
  1. Dalam hal permohonan diterima, Kepala KPP harus menerbitkan SKB PPh atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dengan format Lampiran V PER-30/PJ/2009 
  2. Dalam hal permohonan ditolak, Kepala KPP harus menyampaikan pemberitahuan penolakan kepada WP dengan format Lampiran VI PER-30/PJ/2009 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dibebaskan dari PPh Final atas Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan"

Poskan Komentar